Lumba-lumba Cina mungkin punah
Lumba-lumba Sungai Yangtze, Cina sudah lama sulit dijumpai
Lumba-lumba Sungai Yangtze di Cina mungkin mengalami kepunahan akibat berbagai kegiatan manusia, kata tim peneliti internasional. Mereka mengatakan ini menandai lumba-lumba atau ikan paus pertama yang tersapu habis akibat kegiatan manusia.
Kamis, 08 November 2007
Lumba-lumba
Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuh nya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.
Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba lumba adalah kerebat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba lumba.Bayi lumba lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bias menghirup udara. Lumba lumba perlu naik ke permukaan untuk bernafas supaya tetap hidup.Lumba lumba bernafas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bias melindungidari bahaya. Lumba lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya telah tumbuh semakin besar. Induk lumba lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali. Lumba lumba hidup dan bekerja dalam kelompok ang disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara didalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Lumba lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu abu ini. Kadang kadang lumba lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenangdi laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba lumba. Lumba lumba harus berhati hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi giginya, terkadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba lumba untuk makanannya . Kadang kadang, lumba lumba tertangkap oleh jarring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba lumba Brazil untuk hidup. Lumba lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba lumba dapat menolong manusia, bila lumba lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi lumba lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.
Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba lumba adalah kerebat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba lumba.Bayi lumba lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bias menghirup udara. Lumba lumba perlu naik ke permukaan untuk bernafas supaya tetap hidup.Lumba lumba bernafas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bias melindungidari bahaya. Lumba lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya telah tumbuh semakin besar. Induk lumba lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali. Lumba lumba hidup dan bekerja dalam kelompok ang disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara didalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Lumba lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu abu ini. Kadang kadang lumba lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenangdi laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba lumba. Lumba lumba harus berhati hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi giginya, terkadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba lumba untuk makanannya . Kadang kadang, lumba lumba tertangkap oleh jarring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba lumba Brazil untuk hidup. Lumba lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba lumba dapat menolong manusia, bila lumba lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi lumba lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.
Lumba-lumba hidung botol
Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) adalah spesies lumba-lumba yang paling umum dan paling dikenal orang. Habitatnya berada di perairan hangat di seluruh dunia dan dapat ditemui di hampir seluruh perairan kecuali Samudra Arktik dan Samudra Selatan.
Lumba-lumba hidung botol berwarna abu-abu yang bervariasi dari abu-abu gelap di bagian atas dekat sirip punggung ke abu-abu muda keputih-putihan di bagian bawah. Corak warna ini membuat mereka sulit dilihat dari atas dan bawah. Lumba-lumba hidung botol dewasa memiliki panjang antara 2 sampai 4 meter dan berat dari 150 sampai 650 kilogram.
Lumba-lumba hidung botol berwarna abu-abu yang bervariasi dari abu-abu gelap di bagian atas dekat sirip punggung ke abu-abu muda keputih-putihan di bagian bawah. Corak warna ini membuat mereka sulit dilihat dari atas dan bawah. Lumba-lumba hidung botol dewasa memiliki panjang antara 2 sampai 4 meter dan berat dari 150 sampai 650 kilogram.
Social behaviour
Dolphins surfing at Snapper Rocks, Queensland, Australia.
Dolphins are social, living in pods (also called "schools") of up to a dozen individuals. In places with a high abundance of food, pods can join temporarily, forming an aggregation called a superpod; such groupings may exceed a thousand dolphins. The individuals communicate using a variety of clicks, whistles and other vocalizations. They also use ultrasonic sounds for echolocation. Membership in pods is not rigid; interchange is common. However, the cetaceans can establish strong bonds between each other. This leads to them staying with injured or ill individuals.
In May 2005, researchers in Australia discovered a cultural aspect of dolphin behaviour: Some dolphins (Tursiops aduncus) teach their children to use tools. The dolphins break sponges off and cover their snouts with them thus protecting their snouts while foraging. This knowledge of how to use a tool is mostly transferred from mothers to daughters, unlike simian primates, where the knowledge is generally passed on to both sexes. The technology to use sponges as mouth protection is not genetically inherited but a taught behaviour.[13]
They are also occasionally willing to approach humans and playfully interact with them in the water. Dolphins have also been known to seemingly protect swimmers from sharks by swimming circles around them.
Dolphins are known to engage in acts of aggression towards each other. The older a male dolphin is, the more likely his body is covered with scars ranging in depth from teeth marks made by other dolphins. It is suggested that male dolphins engage in such acts of aggression for the same reasons as humans: disputes between companions or even competition for other females. Acts of aggression can become so intense that targeted dolphins are known to go into exile, leaving their communities as a result of losing a fight with other dolphins
Dolphins surfing at Snapper Rocks, Queensland, Australia.
Dolphins are social, living in pods (also called "schools") of up to a dozen individuals. In places with a high abundance of food, pods can join temporarily, forming an aggregation called a superpod; such groupings may exceed a thousand dolphins. The individuals communicate using a variety of clicks, whistles and other vocalizations. They also use ultrasonic sounds for echolocation. Membership in pods is not rigid; interchange is common. However, the cetaceans can establish strong bonds between each other. This leads to them staying with injured or ill individuals.
In May 2005, researchers in Australia discovered a cultural aspect of dolphin behaviour: Some dolphins (Tursiops aduncus) teach their children to use tools. The dolphins break sponges off and cover their snouts with them thus protecting their snouts while foraging. This knowledge of how to use a tool is mostly transferred from mothers to daughters, unlike simian primates, where the knowledge is generally passed on to both sexes. The technology to use sponges as mouth protection is not genetically inherited but a taught behaviour.[13]
They are also occasionally willing to approach humans and playfully interact with them in the water. Dolphins have also been known to seemingly protect swimmers from sharks by swimming circles around them.
Dolphins are known to engage in acts of aggression towards each other. The older a male dolphin is, the more likely his body is covered with scars ranging in depth from teeth marks made by other dolphins. It is suggested that male dolphins engage in such acts of aggression for the same reasons as humans: disputes between companions or even competition for other females. Acts of aggression can become so intense that targeted dolphins are known to go into exile, leaving their communities as a result of losing a fight with other dolphins
Langganan:
Postingan (Atom)
